Malam Kedua

Juni 3, 2011

Yep.. akhirnya saya mulai nulis lagi, setelah 3 tahun lebih. Paling-paling nanti seperti tiga tahun lalu, terhenti. Hanya jadi tulisan yang saya tulis karena sesuatu yg baru telah mengambil tempatnya dalam hidup saya.

Whatever, saya di sini, sedang menulis, dirubung nyamuk, dan sangat mengantuk.

Tapi, sungguh, saya berharap bisa terus menulis. Karena pekerjaan saya yang baru menimbulkan efek samping yang lumayan mengerikan, lupa bahasa manusia (Buseeeet!)

Kalau agan iseng yang sedang baca tulisan ini membaca dengan teliti, harusnya sudah tau donk, hal baru apa yang saya sebut di awal tadi. Kalo g tau, n penasaran, tenang saja. Akan saya beritahu.

Wassalamualaikum.

(Ni orang nulisnya nanggung amat!)

Tulisan Pertama Xelopan

September 16, 2008

Tulisan ini milik seseorang cupu, orang yang seperti tidak punya kehidupan, tidak punya aktivitas, tidak punya teman, tidak punya penghasilan.. (yang terakhir ini yang paling membuat linglung).

Akhirnya laptop kesayangan hadiah dari kakak berhasil diperbaiki, dan karena itu orang cupu ini akan mulai menulis di sini. Tulisan tentang apa? Orang cupu ini juga belum bisa memastikan. Seiring berjalannya waktu, malam-malam senggang orang cupu ini akan dihiasi kegiatan menulis. Mungkin sebagai pelampiasan dari rasa sesal karena tidak dapat lagi melakukan komunikasi maya dua arah.

Komunikasi maya dua arah.. Sebut saja chat. Chat itu sesuatu yang, mungkin bagi sebagian besar orang, menyenangkan, termasuk bagi diri saya, dulu. Tapi sekarang tidak lagi. Banyak yang membuat terlena di sana, apalagi orang cupu ini melakukannya lewat ponsel.

Tapi, bila dipikir lebih dalam, apa yang menguntungkan dari sesuatu yang membuat terlena? Orang cupu ini langsung berpikir, apakah menulis blog juga membuat terlena? Dan dijawab sendiri, “Semoga saja tidak.”

Selama chat (lewat ponsel) orang cupu ini merasakan banyak ikatan-ikatan emosi dengan orang lain. Padahal ikatan semacam itu belum tentu benar-benar kita perlukan, benar-benar bermanfaat untuk diri ini. Yang ada hanya perasaan ketagihan, yang tidak lain, diri ini telah “consumed” oleh interaksi aneh itu. Bayangkan saja, bagaimana tanpa tahu menahu asal usul seseorang, pelaku chat mulai menerawang, dan pada akhirnya mengintip kepribadian lawan chatnya. Padahal, benarkah diri ini butuh hal semacam itu? Butuh untuk dikenali oleh orang yang entah apa hubungannya dengan diri sendiri? Dan, butuh untuk mengenali orang yang tidak jelas hubungannya dengan diri sendiri. Entahlah, pendapat orang cupu memang cupu, jadi jangan terlalu diperhatikan.

Yah, ingin ditarik kembali tidak mungkin. Waktu yang sudah berlalu untuk kegiatan itu tidak dapat ditambahkan kembali ke umur yang orang cupu ini miliki. Mungkin sudah takdir Tuhan, atau mungkin juga orang cupu ini yang terlalu cupu sehingga melakukan itu sampai Tuhan jadi malas untuk mengingatkan. Orang cupu ini hanya bisa menyelami pikirannya sendiri, berusaha mencari sesuatu yang bisa lebih berguna.

Kalau dipikir-pikir dan diingat-ingat, jarang sekali orang cupu ini ingat Tuhan bila berchat ria. Tapi orang cupu ini sudah lelah menulis, dan waktu sudah 11.19. Kapan-kapan, bila umur ini, yang sudah pernah dipakai untuk kegiatan tidak berguna, masih ada, orang cupu ini akan kembali menulis… Lelah… Menyesal… Tapi masih banyak yang ingin diceritakan… Ingin ditumpahkan… Cowok kok curhat… Bwahahahahahahaha.

Salam dari Xelopan.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.